|
= Ageratum conyzoides L. Nama lain :
Sumatra : Bandotan, daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput Jawa : babadotan, babadotan leutik, babandotan, babandotan beureum, babandotan hejo, jukut bau, ki bau, bandotan, berokan, wedusan, dus wedusan, dus bedusan, tempuyak. Sulawesi : dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru, sopi. China : Sheng hong ji
Kandungan : Asam amino, organacid, peptic substance, minyak asiri, kumarin, ageratochromene, friedelin, betasitosterol, stigmasterol, tanin, sulfur, potasium chlorida.
Akar mengandung : Minyak asiri, alkaloid dan kumarin.
Sifat dan khasiat : Herba rasanya sedikit pahit, pedas dan sifatnya netral. berkhasiat sebagai stimulan, tonik, pereda demam ( antipiretik ), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan ( hemostatis ), peluruh haid ( emenagog ), peluruh kencing ( diuretik ), dan peluruh kentut ( karminatif ). Daun bandotan : sebagai insektisida nabati.
Bagian yang digunakan : Herba ( bagian diatas tanah ) dan akar. Bisa berbentuk segar atau dikeringkan.
Indikasi : Herba berkhasiat untuk : - Demam, malaria.
- Sakit tenggorokan, radang paru ( pneumonia ).
- Radang telinga tengah ( otitis media ).
- Perdarahan : perdarahan rahim, luka berdarah, mimisan.
- Diare, disentri.
- Mulas ( kolik ), muntah, perut kembung.
- Keseleo, pegel linu.
- Mencegah kehamilan.
- Badan lelah sehabis bekerja berat.
- Produksi air seni sedikit.
- Tumor rahim
- Perawatan rambut.
|