Langkah-langkah dalam pengobatan kanker dengan tanaman obat :
- Menciptakan kondisi tubuh sebagai lingkungan hidup sel kanker yang tidak cocok bagi tumbuhnya sel kanker. Akibatnya, sel kanker akan terdesak dan cenderung berubah / bermutasi kembali menjadi sel normal.
Lingkungan yang tidak disukai oleh sel kanker adalah : a. Lingkungan tanpa karsinogen.
- Berpantang makanan yang mengandung karsinogen : vetsin, bahan pengawet, pewarna, pengharum dan pencipta rasa serta makanan yang di awetkan. Juga udara bersih dan menjauh dari berbagai bentuk radiasi.
b. Lingkungan banyak oksigen.
- Kanker cenderung menyukai lingkungan anaerob. Agar mendapat oksigen banyak, perlu melakukan senam ringan, jalan pagi serta makan banyak makanan segar. Juga perlu meningkatkan efektifitas organ yang menyerap oksigen dan memperlancar aliran darah
c. Lingkungan banyak vitamin.
- Vitamin dosis tinggi dibutuhkan oleh penderita kanker untuk menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh sel kanker. Jenis-jenis vitamin yang baik ialah vitamin yang mendukung pertumbuhan sel-sel sehat.
- Menghambat pertumbuhan sel kanker sehingga sel menjadi tua dan mati.
a. Dengan tanaman yang bersifat sitostatika (secara langsung menghambat pertumbuhan sel kanker) b. Memperkuat sel-sel jaringan sekitar kanker dengan tanaman obat yang bersifat:
- Anti toksik : membersihkan racun-racun yang dihasilkan oleh sel kanker maupun racun-racun akibat rusaknya jaringan yang diserang sel kanker.
- Hemostatik : menghambat pendarahan akibat rusaknya pembuluh darah karena diserang kanker
- Anti inflamasi : menghilangkan peradangan, hingga fungsi-fungsi organ dapat efektif.
c. Memperkuat organ dan fungsi organ yang terserang kanker dengan tanaman obat yang bersifat :
- Efektif terhadap perbaikan fungsi organ, dengan istilah “masuk meridian organ tersebut”.
- Bersifat “stimulant terhadap organ tersebut”
Kesimpulan : Pengobatan kanker dengan tanaman obat meliputi tiga hal : A. Memilih dan meramu tanaman obat dengan tujuan : 1. Memperkuat jaringan yang terserang serta memperbaiki kerusakannya. 2. Menghentikan perdarahan hemostatika. 3. Menghilangkan / menetralkan racun anti toksik. 4. Menghilangkan radang / bengkak anti radang / anti inflamasi. 5. Menghilangkan demam / menurunkan suhu badan antipiretik. 6. Menghilangkan rasa sakit analgesik. 7. Membersihkan darah dengan cara meningkatkan daya phagositik dan macrophage dari sel darah putih. 8. Meningkatkan daya tahan tubuh immuno therapy. 9. Menghentikan pertumbuhan sel kanker anti neoplastik / sitostatika.
|